Indonesia lebih dalam · Jawa Barat

Cirebon: 10 tempat untuk keraton, batik dan kuliner jalanan

Keraton-keraton lama, taman air berbentuk gua, masjid bata merah dari kampung Arab, desa batik dan sup daging dalam kuali tanah liat yang digemari warga - Cirebon adalah kota kesultanan di pesisir utara Jawa, dan persinggahan yang menyenangkan antara Jakarta dan Jawa Tengah. Rencanakan dengan peta dan perencana perjalanan gratis lewat WhatsApp.

📷 Pijri Paijar · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
10tempat wajibKeraton, masjid, batik, kuliner
~3 hdari Jakarta dengan kereta atau tolPersinggahan yang pas menuju Jawa Tengah
110+hotel untuk dipilihDari guesthouse hingga resor
Freeperencanaan perjalanan lewat WhatsAppSebutkan tanggal, kami usulkan rencana

Lokasi semuanya

Ketuk angka untuk melihat tempatnya. Jarak adalah perkiraan waktu berkendara dari pusat kota.

  1. 1Keraton Kasepuhandi pusat kota
  2. 2Keraton Kanoman & Kacirebonansekitar 5-10 menit dari Kasepuhan
  3. 3Taman Sunyaragi & Gua Sunyaragisekitar 15 menit dari pusat kota
  4. 4Masjid Agung Sang Cipta Rasabersebelahan dengan Keraton Kasepuhan
  5. 5Kampung Arab Panjunan & Masjid Merahsekitar 10 menit dari pusat kota
  6. 6Vihara Dewi Welas Asihdi kota lama, dekat pusat kota
  7. 7Makam Sunan Gunung Jatisekitar 20-30 menit di utara pusat kota
  8. 8Desa Batik Trusmisekitar 20-30 menit dari pusat kota
  9. 9Kuliner Cirebon: empal gentong, nasi jamblang & tahu gejrotdi dalam dan sekitar pusat kota

Peta © OpenStreetMap contributors

10 tempat yang tak boleh dilewatkan

Dipilih untuk pengunjung pertama dan yang kembali. Tambahkan yang Anda suka ke perjalanan - kami jadikan rencana.

Kasepuhan Palace (Keraton Kasepuhan)#01KeratonLemahwungkuk

Keraton Kasepuhan

Yang tertua di antara keraton Cirebon, berakar dari abad ke-16, tempat keluarga sultan masih menjaga tradisi lama. Tembok dan gerbang bata merah, pendapa terbuka dan museum kecil menyimpan pusaka keraton, termasuk kereta kencana berbentuk makhluk mitos.

  • ⏱ 1,5 jam
  • 🚗 di pusat kota
  • 🌅 Pagi
Tips kamiDatanglah pagi saat masih sejuk. Jam buka bisa berubah saat upacara keraton dan hari libur, dan pemandu lokal tersedia di pintu masuk - kami cek untuk tanggal Anda.
📷 Mokhammad Misdianto · CC BY-SA 3.0 · Wikimedia Commons
Kanoman Palace & Kacirebonan#02KeratonPekalipan

Keraton Kanoman & Kacirebonan

Keraton kedua yang memisahkan diri dari Kasepuhan pada akhir abad ke-17, berdiri di samping pasar tradisional yang ramai. Museumnya memamerkan kereta kencana, salah satunya berbentuk makhluk bersayap, berbelalai dan berwujud naga. Keraton Kacirebonan yang lebih kecil, dari awal abad ke-19, berada tak jauh dari sana.

  • ⏱ 1-1,5 jam
  • 🚗 sekitar 5-10 menit dari Kasepuhan
  • 🌅 Pagi
Tips kamiPasar di luar ramai dan cocok untuk jajan dan foto. Bagian keraton yang dibuka tergantung hari dan acara keraton, jadi kami pastikan untuk tanggal Anda.
📷 LintasGiat · CC0 · Wikimedia Commons
Taman Sunyaragi Water Palace & Caves#03Taman airKesambi

Taman Sunyaragi & Gua Sunyaragi

Taman keraton berisi menara mirip batu karang, terowongan, bilik dan kolam kecil yang tampak seperti labirin karang, secara tradisi dikaitkan dengan abad ke-18. Para sultan memakainya sebagai tempat menyepi untuk beristirahat dan bermeditasi, dan kini menjadi tempat paling fotogenik di Cirebon.

  • ⏱ 1-1,5 jam
  • 🚗 sekitar 15 menit dari pusat kota
  • 🌅 Pagi atau sore
Tips kamiLorongnya sempit dengan anak tangga tidak rata, jadi pakai sepatu yang nyaman. Matahari siang terik di batu terbuka; pagi atau sore lebih nyaman.
📷 Pijri Paijar · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Sang Cipta Rasa Great Mosque#04Masjid kunoDi samping Kasepuhan

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Salah satu masjid tertua di Jawa, secara tradisi berasal dari akhir abad ke-15 dan masih dipakai setiap hari. Atap bersusun yang sederhana, dinding tebal dan ukiran halusnya mencerminkan gaya Islam-Jawa awal di pesisir utara.

  • ⏱ 45 menit
  • 🚗 bersebelahan dengan Keraton Kasepuhan
  • 🌅 Pagi, di luar waktu salat
Tips kamiPengunjung diterima di luar waktu salat; berpakaian sopan dan tenang di dalam. Aturan masuk bagi non-jemaah bisa berbeda, jadi tanyakan dengan sopan di gerbang.
📷 Bellmaker5698 · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Panjunan Arab Quarter & Red Mosque#05Kampung tuaPanjunan

Kampung Arab Panjunan & Masjid Merah

Kampung tempat para pedagang Arab dulu menetap di dekat pelabuhan lama. Masjid bata merahnya yang kecil, secara tradisi dari abad ke-15, memperlihatkan perpaduan sentuhan Tionghoa, Jawa dan Islam di pelabuhan awal Cirebon.

  • ⏱ 1 jam
  • 🚗 sekitar 10 menit dari pusat kota
  • 🌅 Pagi
Tips kamiIni permukiman yang masih dihuni, jadi bicaralah pelan dan minta izin sebelum memotret warga. Gabungkan dengan klenteng dan keraton untuk pagi di kota tua.
📷 Pijri Paijar · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Dewi Welas Asih Temple#06KlentengKota lama

Vihara Dewi Welas Asih

Salah satu klenteng Tionghoa tertua di Cirebon, dekat kawasan pelabuhan lama, dipersembahkan bagi dewi welas asih. Lampion merah, dupa dan balok berukir mengingatkan pada komunitas Tionghoa yang tinggal di kota ini selama berabad-abad.

  • ⏱ 45 menit
  • 🚗 di kota lama, dekat pusat kota
  • 🌅 Pagi
Tips kamiIni tempat ibadah: berpakaian sopan, tenang dan minta izin sebelum memotret orang berdoa. Paling ramai sekitar hari raya Tionghoa.
📷 Pijri Paijar · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Sunan Gunung Jati Royal Tomb#07Situs ziarahAstana, utara kota

Makam Sunan Gunung Jati

Kompleks makam di atas bukit milik Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali penyebar Islam di Jawa dan pendiri kesultanan Cirebon. Peziarah datang dari seluruh Indonesia, dan dindingnya dihiasi piring-piring keramik tua.

  • ⏱ 1-1,5 jam
  • 🚗 sekitar 20-30 menit di utara pusat kota
  • 🌅 Pagi
Tips kamiIni tempat keramat: berpakaian sopan, bicara pelan dan ikuti arahan juru kunci. Akses ke area dalam dibatasi dan aturannya bisa berubah, jadi kami cek apa yang boleh dilakukan pengunjung pada tanggal Anda.
📷 Cahyo Ramadhani · CC BY-SA 3.0 · Wikimedia Commons
Trusmi Batik Village#08BatikPlered, barat kota

Desa Batik Trusmi

Pusat batik Cirebon, terkenal dengan motif 'mega mendung' berupa awan berwarna tegas. Bengkel-bengkel kecil berjajar di tepi jalan, dan banyak yang membolehkan Anda melihat proses malam digambar dan dicelup atau mencoba membatik sendiri.

  • ⏱ 1,5-2 jam
  • 🚗 sekitar 20-30 menit dari pusat kota
  • 🌅 Pagi hingga siang
Tips kamiTanyakan mana yang batik tulis atau cap dan mana yang cetak, karena harganya sangat berbeda. Bengkel paling ramai di akhir pekan, dan pagi hari kerja lebih tenang.
📷 Fpangestuphotographer · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons
Cirebon food: empal gentong, nasi jamblang & tahu gejrot#09KulinerSekitar kota lama

Kuliner Cirebon: empal gentong, nasi jamblang & tahu gejrot

Cicipi empal gentong, sup daging sapi kental bersantan yang dimasak dalam kuali tanah liat, dan nasi jamblang, nasi dengan lauk pilihan sendiri yang disajikan di atas daun. Tambah tahu gejrot, tahu goreng dengan bumbu asam-manis cabai-bawang putih, dan docang, sup hangat berisi lontong dan sayuran.

  • ⏱ 2 jam
  • 🚗 di dalam dan sekitar pusat kota
  • 🌅 Makan siang dan malam
Tips kamiSebagian besar makanan halal, tetapi tanyakan bahan tiap hidangan bila Anda menghindari bahan tertentu. Jam makan siang adalah waktu ramai untuk nasi jamblang, dan tingkat pedas mudah diatur - tinggal bilang.
📷 swara dila · CC BY 2.0 · Wikimedia Commons
Linggarjati Negotiation Building, Kuningan#10Sejarah & udara sejukKuningan, kaki Gunung Ciremai

Gedung Perundingan Linggarjati, Kuningan

Desa sejuk di kaki Gunung Ciremai, tempat sebuah rumah menjadi lokasi perundingan antara Indonesia dan Belanda pada 1946-47 - Perundingan Linggarjati. Kini berfungsi sebagai museum kecil, dikelilingi udara pegunungan yang segar dan pemandangan hijau.

  • ⏱ Setengah hari
  • 🚗 sekitar 45-60 menit di selatan Cirebon
  • 🌅 Pagi, musim kemarau
Tips kamiPerjalanan setengah hari dengan mobil, mudah digabung dengan singgah di desa di sepanjang jalan. Jam buka bisa berubah, dan cuaca berawan serta hujan di musim hujan.
📷 Sersan Mayor Kururu · CC BY 3.0 · Wikimedia Commons

Contoh paket perjalanan

Titik awal yang kami sesuaikan dengan tanggal, anggaran dan pilihan hotel Anda. Harga tergantung hotel dan musim, jadi kami berikan penawarannya.

Klasik kesultanan2 hari / 1 malam

Keraton, taman air & makam raja

👥 Kunjungan pertama, pasangan, pecinta sejarah

  • Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung di pagi hari
  • Keraton Kanoman dan Kacirebonan
  • Taman Sunyaragi di sore hari
  • Makam Sunan Gunung Jati (akses dicek untuk tanggal Anda)

🏨 Hotel bintang 4 di pusat kota

HargaSesuai permintaanKami beri harga hotel terkini untuk tanggal Anda
Paling populer
Batik & jajanan2 hari / 1 malam

Kampung tua, bengkel batik & cita rasa Cirebon

👥 Keluarga, teman, pecinta kuliner dan kerajinan

  • Kampung Panjunan dan Vihara Dewi Welas Asih
  • Desa batik Trusmi dan bengkel batik
  • Makan siang nasi jamblang atau empal gentong
  • Jajan malam: tahu gejrot dan docang

🏨 Hotel bintang 3 atau 4 di pusat kota

HargaSesuai permintaanKami beri harga hotel terkini untuk tanggal Anda
Persinggahan perjalanan darat Jawa3 hari / 2 malam

Cirebon dengan sehari ke Linggarjati

👥 Pasangan dan keluarga yang bepergian antara Jakarta dan Jawa Tengah

  • Tiba dari Jakarta atau Bandung dan beristirahat
  • Keraton Kasepuhan dan Taman Sunyaragi
  • Mobil dengan sopir ke Linggarjati dan kaki Gunung Ciremai
  • Lanjut ke Jawa Tengah dengan mobil atau kereta

🏨 Hotel di Cirebon, 2 malam

HargaSesuai permintaanKami beri harga hotel terkini untuk tanggal Anda
Perencana perjalanan gratis

Rencanakan perjalanan Cirebon Anda

Pilih tempat, tanggal dan jenis hotel yang Anda suka. Kami balas lewat WhatsApp dengan usulan rencana dan harga terkini - tanpa kewajiban.

  • Tarif hotel nyata untuk tanggal Anda
  • Mobil dengan sopir dan pemandu diatur sesuai permintaan
  • Bahasa Inggris atau Indonesia
Tempat yang ingin dikunjungi

Membuka WhatsApp dengan rencana Anda sebagai pesan - tidak ada yang terkirim sampai Anda menekan kirim di sana.

Tips praktis

Cara ke sana

Kereta eksekutif dari Jakarta biasanya memakan waktu sekitar 3 jam ke Cirebon, dan jalan tol Trans-Jawa sekitar 3-4 jam dengan mobil tergantung lalu lintas. Bandara Kertajati (BJ Habibie, dekat Majalengka) melayani kawasan ini, sekitar satu jam dari kota, tetapi penerbangan sering berubah, jadi kami cek yang beroperasi pada tanggal Anda.

Waktu terbaik

Musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, paling baik untuk berjalan antar keraton dan ke perbukitan Linggarjati. Cirebon panas dan lembap sepanjang tahun di pesisir, jadi kunjungi tempat wisata pada pagi atau sore dan sisakan tengah hari untuk makan siang dan istirahat.

Sopan santun & pakaian

Tutupi bahu dan lutut di keraton, masjid, klenteng dan makam raja, bicara pelan dan minta izin sebelum memotret orang yang sedang beribadah. Cirebon kota yang sangat religius, dan hari Jumat serta hari besar keagamaan bisa mengubah jam buka. Sebagian besar makanan lokal halal.

Berkeliling

Tempat wisata kota tua berdekatan dan mudah dijangkau dengan ojek/taksi online, taksi atau becak untuk jarak pendek. Gunung Jati di utara, Trusmi di barat dan Linggarjati di selatan tersebar, jadi mobil dengan sopir adalah cara termudah menggabungkannya.

Jam buka, tiket, akses dan aturan bisa berubah (misalnya kuota pengunjung, kondisi gunung atau laut dan penutupan) - kami cek untuk tanggal Anda. Foto: Wikimedia Commons, dicantumkan di setiap gambar; peta: OpenStreetMap. Terakhir diperiksa 10 Oktober 2026.

WhatsApp